Penuhi Kalsium Dari Berbagai Sumber 02-02-09, 07:58
“Kebutuhan akan kalsium dan zat besi pada anak-anak perlu dicermati, Jika kekurangan akan berakibat tidak maksimalnya pertumbuhan tulang dan gigi serta rendahnya tingkat intelegensia, tapi bila kelebihan juga dapat menimbulkan kematian”
Sebenarnya, osteoporosis proses yang alami. Namun, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup manusia, osteoporosis menjadi problem. Tanpa didukung tulang yang kuat, dikhawatirkan seseorang akan menjadi “bayi besar” dimasa tuanya. Toh, bagi kalangan industri, osteoporosis adalah berkah. Amati saja, betapa banyak produk susu rendah lemak dengan kandungan kalsium tinggi. Bahkan ada yang mengiklankan dengan cara yang kurang proposional:mampu mengobati osteoporosis. Promosi ini pun makin memantapkan pemahaman bahwa kalsium hanya ada di susu.
Kalsium memang erat kaitannya dengan kesehatan tulang sebab mineral inilah yang membentuk tulang. Selain itu, peranannya terhadap gigi juga tak bisa diabaikan. Sembilan puluh sembilan persen kalsium dalam tubuh disimpan dalam tulang dan gigi. Sisanya tersebar di darah dan jaringan lunak, yang memiliki peran sangat penting. Tanpa adanya kalsium, otot tidak dapat berkontraksi dengan benar, darah tidak bisa membeku, dan saraf tidak dapat membawa pesan.
Hebatnya lagi, penelitian terkini yang dilakukan oleh beberapa lembaga menyimpulkan bahwa manfaat kalsium jauh melebihi yang diperkirakan orang. Hector De Luca, pakar biokimia Universitas Wisconsin, AS, sudah mewanti-wanti untuk tidak kaget dengan peranan kalsium yang begitu banyak.
Salah satu peran penting kalsium adalah meringankan sindrom pramenstruasi (PMS). Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh dr. Susan Thys-Jacobs, pakar kelenjar endokrin dari St. Luke’s-Roosevelt Hospital Center di New York, bersama rekan-rekannya dari 11 pusat medis di AS, terhadap 500 wanita penderita PMS. Secara acak, sebagian dari 500 wanita itu diberi 1.200 mg kalsium per hari. Ternyata, pada siklus hadi ketiga, gejala PMS bisa dikurangi 48% pada wanita yang menelan kalsium.
Keperkasaan kalsium juga teruji dari kesimpulan penelitian yang tertuang dalam New England Journal of Medicine, 1993. Disimpulkan bahwa asupan kalsium tinggi (diatas 850 mg) bisa mengurangi resiko gejala batu ginjal. Hal ini karena kalsium memiliki efek protektif dengan mengikat oksalat di usus dan mencegah penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu.
Yang lebih penting lagi, kalsium juga berpengaruh terhadap masa depan kesehatan bayi. British Medical Journal melaporkan hasil penelitian pada wanita yang diberi suplemen kalsium selama masa kehamilan. Hasilnya, para ibu tersebut akan memiliki anak-anak yang cukup terlindungi dari resiko hipertensi.
Sepanjang hidup, kita membutuhkan kalsium. Mulai dari bayi sampai usia tua dengan jumlah kebutuhan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan jenis kelamin membedakan asupan. Menurut Siti Fatimah Moeis, M.Sc., dokter dan ahli gizi lulusan University of London, angka kecukupan kalsium rata-rata yang dianjurkan di Indonesia adalh 500-800 mg per orang per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause para ahli cenderung menganjurkan asupan sampai sekitar 1.000 mg/hari.
Susu memang memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak. (lihat tabel)
| Macam Susu | Kandungan Kalsium |
| Susu kambing | 98 mg/100 g |
| Susu kerbau | 216 mg/g |
| Susu bubuk Full Cream | 895 mg/gr |
| Susu bubuk Skim | 1.300 mg/gr |
| Keju | 777 mg/g |
Kalsium juga bisa diperoleh dari sayuran hijau (bayam misalnya), buah-buahan, brokoli serta tempe dan tahu. Juga makanan laut. Fatimah mengungkapkan, kandungan kalsium dalam bahan makanan kacang-kacangan dan ikan cukup besar. Antara lain :
| Macam Bahan | Kandungan Kalsium |
| 100 g kacang kedelai basah | 196 mg |
| 100 g kacang kedelai kering | 227 mg |
| 100 g sari kedelai bubuk | 450 mg |
| 100 g sari kedelai cair | 50 mg |
| Bungkil kacang tanah | 730 mg |
| Tempe kedelai murni | 129 mg |
| Tahu | 124 mg |
| Daun lamtoro | 1500 mg |
| Daun kelor | 440 mg |
| Bayam merah | 368 mg |
| Bayam hijau | 267 mg |
| Daun talas | 302 mg |
| Daun melinjo | 219 mg |
| Rebon kering (udang kecil) | 2.306 mg/100 g |
| Rebon segar | 757 mg |
| Udang kering | 1.209 mg |
| Udang segar | 136 mg |
| Teri kering | 1.200 mg |
| Teri Segar | 500 mg |
Menjamurnya suplemen kalsium dan susu kalsium tentu perlu disikapi dengan bijaksana. Yang perlu diperhatikan, ada tiga jenis suplemen kalsium : kalsium karbonat, kalsium sitrat, dan kalsium fosfat. Kalsium karbonat memang paling banyak digunakan dalam suplemen. Jenis ini paling baik diserap ketika dicerna bersama makanan. Berlawanan dengan itu, kalsium sitrat justru penyerapannya paling baik jika dicerna tanpa makanan. Pada manusia normal, penyerapan dua jenis kalsium itu tidak banyak berbeda dan sebaik penyerapan kalsium dari susu.
Efek sampingan yang harus diperhatikan justru berasal dari bahan-bahan non kalsium dalam suplemen itu. Konsumen harus melihat label dan apakah produknya sudah sesuai dengan standar yang berlaku.(Yds Agus Surono)